Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Kades Pertampakan Dilaporkan Ke Polisi

INDONESIASATU.CO.ID:

ACEH SINGKIL - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR) mengundang Kabupaten Aceh Singkil, pada hari Rabu (13/3) melaporkan oknum Kepala Desa Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah yang berinisial 'A' ke Polres Aceh Singkil atas dugaan ijazah palsu. Pelaporan dilakukan untuk membuktikan isu yang sudah merebak di masyarakat khusus di Desa Pertampakan.

“Kami melaporkan dugaan”. Ijazah palsu untuk membuktikan apakah itu benar atau tidak, sesuai dengan persyaratan di masyarakat, karena pemalsuan dokumen adalah pelanggaran dan tindakan yang melanggar hukum pidananya yang telah disetujui oleh Undang-Undang yang tertuang dalam KUHP dan UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional dengan pembelanjaan 5 tahun, denda paling banyak 500.000 juta rupiah kita minta penegak hukum harus punya nyali untuk mengungkap benar tidaknya menggunakan ijazah pengganggu tersebut, ”Kata Sekjen PAKAR Aceh Singkil, Herman dalam rilisnya untuk Indonesiasatu.co.id, Kamis, (14/3) ).

Menurut Herman, dari data yang dimiliki PAKAR Aceh Singkil, keabsahan ijazah oknum Kepala Desa Pertampakan terdiri dari paket Ijazah B yang memang meragukan. Diambil salinan ijazah Paket B yang tidak terdaftar di hasil dikumpulkan ujian Nasional Dinas Pendidikan Kota Subulusalam, Aceh. “Dahulu sebelum kita buat Laporan ke Polres Aceh Singkil kita terlebih dahulu melakukan konfirmasi terkait paket Ijazah B kepada kepala desa Pertampakan, sayangna yang tidak mau menampakan terkait ijazah yang kita minta, jadi besar dugaan ijazah ini memang tidak benar,” jelas dan duganya .

Diungkapkan Herman, laporan yang disampaikan Kepolisi, dikembalikan untuk mencari - cari kesalahan oknum Kepala Desa Pertampakan. Akan tetapi, dilaporkan itu disampaikan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat ke PAKAR terkait dugaan ijazah palsu oknum Kepala Desa Pertampakan. Namun, untuk memastikan bahwa kita harus melakukan tindakan hukum, sehingga masyarakat dapat memahami fakta yang sebenarnya menjadi kedepanya tidak menjadi fitnah. [Jn]

  • Whatsapp

Index Berita