Polres Kediri Berhasil Ungkap Kasus Pembuangan Bayi Dalam Kardus

INDONESIASATU.CO.ID:

KAB.KEDIRI-Polres Kediri menggelar Press Conference berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi dimasukkan pelaku dalam kardus, yang dilakukan ibunya sendiri.

Pelaku Maya Iranawari (34) warga Dusun Pamenang, Desa Sukorejo, Kabupaten Kediri. Dia membuang bayinya sendiri dimasukkan kardus dibuang Jalan Gereja RT 02/01 Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Kamis (8/11). 

Wakapolres Polres Kediri Kompol I Made Danu Wardhana didampingi Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada awak media mengungkapkan kasus pembuangan bayi, Selasa (13/11/2018) siang.

Menurut Wakapolres menurut pengakuan pelaku Maya, Dia tega melakukan membuang bayi didalam kardus. Dikarenakan, anaknya lahir secara prematur dan hanya memiliki berat badan sebesar 2 kg.

"Atas dasar itu, pelaku berasumsi bahwa nantinya kelangsungan hidup si bayi akan cacat atau tidak normal, "ungkapnya.

Kompol Made menambahkan pelaku Maya melakukan pembuangan bayi lantaran bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan suami sirinya, yang diketahui suami sirinya ini tinggal di Surabaya.

"Pelaku ini merasa malu, dikarenakan bayi tersebut hasil hubungan dengan suami sirinya. Dia membuang bayinya juga tanpa sepengtahuan suami sirinya, "imbuh Wakapolres.

Made menjelaskan anggotanya berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi, dikarenakan bantal bersama peralatan bayi yang ada didalam kardus. Keberadaan bantal menurut informasi berasal dari RS Aura Syifa, Tepus, Kediri. 

Setelah dicek oleh pihak RS Aura Syifa bahwa ada yang baru melahirkan atas nama Maya Iranawari pada Minggu (11/11/2018).

"Anggota kami langsung melakukan penangkapan pelaku tanpa perlawanan di rumahnya Dusun Pamenang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, "urainya.  

Sementara itu, kondisi bayi saat ini masih dilakukan perawatan di RSUD Pare. Bayinya akan disampaikan kembali kepada keluarga korban untuk dirawat.

Made menegaskan atas perbuatan pelaku ini, dijerat dengan pasal 77B junto pasal 76B UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun kurungan penjara dengan denda paling banyak 100 juta rupiah, "ungkpanya. (pri)

  • Whatsapp

Index Berita